Pemerintah tengah menyiapkan regulasi baru untuk mempercepat penggunaan kendaraan listrik (EV) di dalam negeri, terutama untuk mengurangi ketergantungan BBM dan merespons risiko energi global.
Fokus Utama: Motor Listrik
- Tahap awal fokus ke motor listrik (roda dua)
- Dorong produksi dari pemain lokal yang sudah ada
Strategi Industri
- Produsen EV lokal → didorong ekspansi kapasitas
- Kendaraan konvensional → diarahkan ekspor ke emerging market
“Nanti kita sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia, yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik” – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
💡 Implikasi Sektor Terkait
1️⃣ Manufaktur & Distribusi Otomotif
- Positif untuk pemain yang sudah masuk EV atau siap pivot
- Negatif jangka panjang untuk yang masih heavy di ICE (bensin)
- Emiten terkait: ASII, IMAS, ERAL, VKTR, INDY
2️⃣ Baterai & Komoditas Nickel
- Demand baterai naik serta komoditas nickel seiring adopsi EV
- Katalis untuk produksi baterai lokal, Charging infrastructure
- Emiten terkait: NCKL, MBMA, INCO, ANTM
3️⃣ Charging Infrastructure
- Menjadi faktor kunci dalam percepatan adopsi EV
- Mencakup SPKLU, home charging, dan battery swapping
- Emiten Terkait: AUTO (charging network), GOTO (battery swap motor listrik)
4️⃣ Komponen & Sparepart
- Permintaan komponen meningkat seiring naiknya produksi EV
- Efek multiplier ke supplier dalam negeri
- Emiten terkait: DRMA, AUTO, BOLT, SMSM
5️⃣Kawasan Industri & Produksi
- Fungsi: lokasi manufaktur mobil/motor listrik & baterai
- Jadi entry point investasi global (BYD, Hyundai, dll)
- Emiten terkait: SSIA
More Info: Siminvest Instagram // Siminvest WhatsApp Channel
Copyright by ©️Sinarmas
Disclaimer on: this document is intended for information purposes only


